“Untuk Polresta Banjarmasin dan Polres Barito Kuala masing-masing dua unit. Sedangkan Banjarbaru dan Banjar satu unit,” jelasnya.
Sementara, dua unit lagi, sambung Kompol Ridho, dioperasionalkan oleh Ditlantas Polda Kalsel.
Dengan alat ini, jelas Kompol Ridho, setiap pelangaran akan dipotret kemudian datanya dikirim ke pusat Traffic Management Center.
“Hampir sama saja dengan ETLE statis di traffic light, namun ini menggunakan tenaga petugas memotret secara berjalan dan bisa berpindah-pindah lokasi,” paparnya.
Petugas yang mengoperasikan ETLE mobile hand held harus menjalani serangkaian latihan. “Jadi tidak sembarangan, ada pelatihannya dan harus memiliki kualifikasi agar bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







