Namun, pelatih berusia 44 tahun itu menyadari ancaman yang kemungkinan akan ditimbulkan Meksiko pada hari Sabtu.
“Ketika Anda menerima kekalahan, Anda harus bangun. Dan kelompok ini siap melakukannya,” tambah Scaloni.
“Orang-orang tahu apa yang telah diberikan grup ini dan saya tahu bahwa mereka memiliki kepercayaan penuh pada kami,” ujarnya.
“Kami baik-baik saja, mengetahui bahwa kami memiliki pertandingan penting besok dan itu, untungnya, itu tergantung pada kami. Kami akan memberikan segalanya.”
Diubah
“Cara bermain tim akan serupa. Kami tidak akan mengubah cara bermain kami karena apa yang terjadi pada hari Selasa. Kami harus membalik halaman dan memikirkan bagaimana kami akan mengalahkan Meksiko,” ujar Scaloni.
“Meksiko adalah tim yang sangat bagus, mereka memiliki ide permainan yang sangat jelas. Mereka adalah tim ofensif yang memiliki pelatih hebat. Biarkan orang mempercayai kami karena kemunduran tidak dapat menodai semua yang telah kami lakukan,” lanjutnya.
Laga Final
Striker Argentina, Lautaro Martinez menyebut pertandingan Sabtu nanti sebagai “final” bagi juara dunia dua kali itu.
“Kami sedih, terluka oleh apa yang terjadi dengan pertandingan melawan Arab Saudi. Tapi di Piala Dunia tidak ada waktu dan sekarang. kami akan menghadapi lawan yang sangat tangguh,” katanya.
“Besok akan menjadi final, kami harus menang. Kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki hierarki dan untuk pertandingan besok itu penting,” lanjutnya.
Argentina telah kalah empat kali dari enam pertandingan terakhir mereka di putaran final Piala Dunia.
Walau begitu, mereka memiliki rekor mengesankan melawan Meksiko karena mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertemuan terakhir mereka dengan El Tri di semua kompetisi sejak kalah 1-0 di Copa America 2004. (dtm/berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Tengok Mewahnya Hotel Jungkook BTS Selama di Qatar, Kelas Sultan Banget!







