Dilantik Sore ini, Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia Setelah Pemilu Penuh Drama

Pemegang mayoritas inilah yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Di pemilu pekan lalu, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), meraih suara terbanyak dan mengamankan 82 kursi parlemen.

Sementara itu, aliansi Muhyiddin Yassin, Perikatan Nasional (PN), mendapat 73 kursi.

Sehari setelah pemilu, Muhyiddin mengklaim mendapat dukungan dari dua kubu yang lebih kecil, yakni Sabah dan Sarawak.

Kursi yang ia dapat bertambah menjadi 101 namun angka itu tetap belum mencapai ambang batas.

Menanggapi kondisi itu, Raja Abdullah memberikan batas waktu kepada kedua kubu untuk membentuk mayoritas dan menyetorkan calon nama PM hingga Selasa, 22 November siang.

Namun, karena mayoritas tak kunjung terbentuk, Raja kemudian memanggil Anwar dan Muhyiddin ke Istana Negara, tetapi cara ini juga tak menuai hasil.

Dalam pertemuan itu, raja sempat mengusulkan agar Muhyiddin dan Anwar membentuk pemerintahan bersama namun Muhyiddin menolak.

Sementara itu, Anwar mengungkapkan dalam pertemuan tersebut bahwa raja menegaskan harus ada kerja sama seluruh partai agar terbentuk pemerintahan yang kuat.

Pada Rabu hari ini, raja lantas memanggil 30 politikus koalisi dengan suara terbanyak ketiga dalam pemilu, Barisan Nasional, untuk membicarakan perkara PM baru ini.

Hari ini, Raja Abdullah juga bertemu dengan sultan dari sembilan negara bagian.

Usai bertemu para sultan, ia akhirnya menunjuk Anwar menjadi PM. (berbagai sumber)

Editor: Yayu

Baca Juga: Konser Slank di Banjarbaru Hari ini Resmi Ditunda