Pertemuan (G20) minggu ini akan menjadi pertama kalinya PM Inggris bertemu dengan perwakilan rezim Rusia sejak invasi skala penuh Putin pada Februari lalu.
Menteri Luar Negeri Rusia yang diperkirakan akan menghadiri KTT ini mewakili Putin.
“PM Inggris akan menggunakan G20 sebagai kesempatan menyerukan barbarisme Putin dan memaksa Rusia menghadapi penderitaan global yang disebabkan oleh perangnya yang tidak masuk akal ini,” ujar pernyataan resmi Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Senin (14/11/2022).
Inggris mengatakan cara terbaik dan paling cepat menangani krisis global adalah Putin harus menarik diri dari Ukraina.
“Tapi ketika perang masih berkecamuk, negara (G20) dengan kekuatan ekonomi terbesar memiliki peran krusial untuk menyelesaikan situasi global yang putus asa ini,” lanjut pernyataan Kedubes Inggris.
Sebelumnya, melalui pernyataan dari Kantor PM Inggris Downing Street, Sunak mengatakan akan “mengonfrontasi” Putin atau delegasi Rusia lainnya yang hadir di KTT G20 soal invasi Rusia ke Ukraina.
“Tentunya, Perdana Menteri berpandangan bahwa sudah semestinya secara kolektif dengan sekutu kami, kami melawan pejabat Rusia atau pemerintah [perwakilan] Rusia yang menghadiri G20 atas perang ilegal mereka yang sedang berlangsung dan menggunakan pesan yang sama yang telah kami gunakan dalam satu suara selama berbulan-bulan terakhir,” kata juru bicara Sunak pada Rabu (9/11/2022) lalu.
Kantor PM Inggris menyatakan Sunak bertolak ke Bali dari negaranya pada Minggu (13/11/2022) waktu setempat.
Selain soal Rusia dan Ukraina, pemerintah Inggris juga menuturkan Sunak akan menyerukan agar negara-negara berkembang bisa mendapatkan akses kredit dalam KTT G20 demi pertumbuhan ekonomi tanpa bergantung pada pemberi pinjaman “eksploitatif.”
Ketika menyebut eksploitatif, Inggris merujuk pada China.
Inggris memang sudah sering melontarkan kritik serupa di sejumlah pertemuan G7.
Menjelang KTT G20, Sunak juga menegaskan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus bergerak untuk mencegah “manipulasi pasar global oleh aktor-aktor jahat.”
Saat menyebut “aktor-aktor jahat,” Sunak juga merujuk pada China. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







