Melalui SPIP Terintegrasi, organisasi akan dapat mengukur keberhasilan proses penetapan tujuan, pelaksanaan bisnis proses, dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan penilaian SPIP Terintegrasi tersebut, organisasi akan memperoleh Indeks Manajemen Risiko. Organisasi juga akan mengetahui seberapa jauh implementasi Manajemen Risiko di organisasi.
“Dengan diimplementasikannya Manajemen Risiko yang dikombinasikan dengan SPIP Terintegrasi, Pengadilan Agama se-Kalimantan Selatan dapat menjadi Badan Peradilan yang Agung dan Modern,” tutupnya. (has)
Baca Juga :
Amukan Wabah Kolera Menggila di Suriah, 81 Orang Dilaporkan Tewas
Editor : Hasby







