WARTABANJAR.COM, SURIAH- Sejumlah 81 orang di Suriah tewas akibat amukan wabah kolera di negara itu.
Wabah itu dilaporkan mencuat dari Agustus hingga akhir Oktober 2022 ini.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan wabah tersebut telah menginfeksi 24.614 warga Suriah sejak Oktober lalu.
Wilayah di Suriah seperti Deir Ezzor, Raqqa dan Hasakah, menurut laporan Arab News, adalah daerah yang paling banyak terpapar wabah kolera.
Sebanyak 65 kasus kolera juga dideteksi di sejumlah kamp pengungsian.
Sebelumnya, negara itu sempat dilanda perang saudara, pandemi COVID-19 dan kekeringan parah.
Kini, serangan wabah kolera semakin memperparah nestapa Suriah.
Sejumlah wilayah di Suriah, terutama daerah kegubernuran yang terisolir dan jauh mengalami krisis air bersih setelah infrastruktur pengairan dan saluran pembuangan hancur akibat perang saudara pada 2011.
WHO meyakini bahwa para warga terpapar kolera setelah meminum air di Sungai Eufrat yang mengalami kekeringan.
Musim kemarau parah, pemompaan air tanah yang berlebihan dan pembangunan bendungan-bendungan baru di Turki yang merupakan hulu Eufrat, telah membuat sungai itu kekeringan parah.
Penyusutan level permukaan air telah menciptakan rawa-rawa dan genangan di sepanjang sungai tempat terkumpulnya limbah dan kontaminan lainnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu

