Saat ini, Melnychuk, suaminya dan kucing mereka Murchyk menyewa apartemen sementara di Kyiv, tetapi berencana untuk kembali ke Irpin, daerah pinggiran ibu kota yang dulu tenang dan rindang.
“Kami perlahan membangun kembali, kami telah membeli kayu dan memasang atap, saya bahkan tidak mempertimbangkan pilihan lain jika kami tidak akan menyelesaikannya (perbaikan) sebelum musim dingin,” katanya.
Tak hanya Melnychuk, jutaan orang di Ukraina juga tengah bersiap menghadapi musim dingin.
Warga bergegas memperbaiki rumah dan mengamankan bahan bakar yang cukup untuk bisa menghidupkan api agar tetap hangat di tengah listrik yang padam.
Pada Juli lalu, pemerintah Ukraina mengatakan ada lebih dari 800.000 rumah rusak atau hancur sejak terjadi perang pada Februari 2022.
Hal ini membuat ribuan orang tinggal di rumah tanpa atap.
Kondisi tersebut makin diperparah dalam beberapa pekan terakhir oleh rentetan serangan Rusia terhadap infrastruktur listrik dan pemanas Ukraina. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







