Adapun untuk lamanya uji laboratorium dilakukan, Heribertus memastikan tak akan sampai satu bulan.
“Uji lab nanti kita maksimalkan kalau bisa jangan sampai sebulan gitu. Ya kira-kira begitulah karena kita bapak sendiri tau kan ya banyak kejadian jadi tetap kita prioritaskan untuk perkara ini, supaya kita lebih cepat sehingga para penyidik tidak menunggu lama untuk proses penyelidikan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kapolsek Cilandak, Multazam Lisendra, menyebut dugaan awal, tekanan air yang begitu kuat mendorong dan merobohkan tembok sekolah. “Airnya meluap ke sekolah,” ujar Kapolsek Cilandak.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkap bahwa kejadian bermula ketika hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi sekolah MTSN 19.
“Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tidak mampu menahan luapan air yang ada. Jadi bukan tembok ruangan kelas yang roboh,” jelas Isnawa Adji. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi






