“Fadia harus ada yang ngulik, harus ada yang menariknya supaya lebih percaya diri. Jadi tinggal dikasih kepercayaan, tinggal ditata aja nih,” lanjutnya.
Tak hanya itu, katanya, Fadia harus diyakinkan agar rekannya itu bisa mengeluarkan permainan terbaik dengan sendirinya.
Apriyani tak ingin memberikan motivasi secara keras yang justru akan menjatuhkan mental rekannya itu.
“Saya bilang ke dia, ‘kalau kamu salah gapapa, jadi harus dipelajari’, karena kalau kita memberikan dorongan yang jelek, nanti selalu ada di pikiran,” lanjutnya.
“Saya merasa ketika kami melakukan kesalahan dan terus ditekan sama orang-orang, kami bakal disitu-situ aja dan gak ada kemajuan,” ucapnya lagi.
Menurutnya, itulah yang hanya bisa dia motivasi ke Fadia yaitu tak masalah jika salah karena bisa diperbaiki bersama.
Apriyani menyebut cuma bisa memberikan kepercayaan diri untuk Fadia.
Namun, Apriyani juga mewanti-wanti agar Fadia tak terganggu dengan pikiran-pikiran yang bisa memengaruhi permainannya.
“Saya bilang kepada Fadia, ‘pemikiran kamu harus berada dalam trek, dengan hasil yang udah kita raih, alhamdulillah kita bisa juara’,” kata Apriyani.
“Kami sudah juara, jangan cepat puas. Kami masih banyak belajar segala macam,” pungkasnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Warga Resah Sering Transaksi Narkoba, Ayah dan Anak di Kelua Akhirnya Diringkus Polisi Tabalong