Terkait pembangunan Desa dari Indeks Membangun Desa (IDM) pada tahun 2018 terdapat 11 desa dengan status sangat tertinggal di tahun 2022 tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal.
Pada 2018 terdapat 126 desa dengan status tertinggal maka pada tahun 2022 tidak ada lagi desa dengan status tertinggal.
Tahun 2018 terdapat 54 desa dengan status berkembang, tahun 2022 terdapat 144 desa dengan status berkembang. Tahun 2018 terdapat 4 desa dengan status maju dan pada tahun 2022 terdapat 39 desa dengan status maju.
“Untuk capaian ini Batola meraih penghargaan dalam dua kategori dari Gubernur Kalimantan Selatan,” ucap Bupati.
Kategori itu sendiri adalah kategori Kabupaten dengan kinerja terbaik peningkatan status desa mandiri dan kategori Kabupaten dengan kinerja terbaik bebas status desa sangat tertinggal dan status desa tertinggal.
Pada peningkatan pelayanan publik, Batola miliki Mall Pelayanan Publik (MPP) yang sudah di uji coba soft openingkan.
Juga penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Abdul Aziz Marabahan juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Klinik Utama Handil Bakti yang akan dibangun klinik bersalin yang representatif.
“Serta ada program permata bunda dalam peningkatan kualitas gizi ibu hamil dan balita,” jelas Bupati.
Selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, sebanyak 42 penghargaan nasional berhasil diraih.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama sinergis baik dengan Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi Kalsel, jajaran pemerintah Desa serta seluruh masyarakat Batola,” ungkap Bupati. (edj/hms)
Editor: Erna Djedi







