Garuda Indonesia Hapus First Class, Fokus Kelas Lain untuk Penerbangan Domestik

Asosiasi Transportasi Udara Internasional menjelaskan pada Juli 2022 permintaan perjalanan udara mulai pulih, sehingga sebagian besar didorong oleh permintaan rute domestik.

Erick menambahkan, nantinya Garuda memperoleh pesawat tambahan dari satu atau dua lessor yang ditugaskan oleh Boeing Co atau Airbus SE.

Bahkan, dia memperkirakan total sebanyak 1.800 pesawat mampu melayani seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, kreditur Garuda, termasuk penyewa pesawat, awal tahun ini menyetujui rencana untuk merestrukturisasi kewajiban senilai Rp142 triliun (US$ 9,5 miliar).

Perjanjian tersebut memberi perusahaan lebih banyak ruang kepala keuangan karena berupaya memanfaatkan rebound dalam perjalanan udara. (bis/edj)

Editor: Erna Djedi