Strategi peralihan ini terlihat dari realisasi proyek-proyek utama seperti akuisisi 10 persen hak partisipasi di ladang gas Zohr di dalam Konsesi Shorouk di Mesir, serta investasi terbaru yaitu mengakuisisi 22 persen saham ladang gas Tamar, di lepas pantai Israel.
Proyek gas besar lainnya yakni lapangan gas Pegaga yang dioperasikan Mubadala Energy di Malaysia, di mana produksi gas komersial perdananya mencapai production milestone 500 MMscf atau juta standar kaki kubik dan 16.000 barel kondensat per hari.
Ke depan, Mubadala Energy juga akan terus melanjutkan komitmennya sebagai mitra jangka panjang dan bertanggung jawab dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar tempat beroperasi.
Beberapa diantaranya seperti mengelola kepentingan pemegang saham di Dolphin Energy, yang merupakan aset fondasi bagi portofolio Mubadala Investment Company (Mubadala).
Lalu melanjutkan operasi bisnisnya di Asia Tenggara, termasuk lapangan gas Ruby di Indonesia, lapangan Jasmine di Thailand serta Nong Yao dan Manora.
Kemudian memperkenalkan strategi transformasi digital untuk memastikan inovasi dan kepemimpinan teknologi menjadi bagian penting dalam operasional.
Selain itu, berinvestasi pada sumber daya manusia dalam mengembangkan talenta lokal, sehingga memungkinkan Emiratisasi (upaya UEA mempekerjakan warga negaranya) mencapai 61 persen di Abu Dhabi dan 96 persen nasionalisasi di seluruh kantor perusahaan di Asia Tenggara. (edj/berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







