Sementara itu, Komisi Olahraga Tradisional dan Kebudayaan Kormi Kalsel, Agus Pebrianto menambahkan festival layang-layang ini menjadi kebangkitan olahraga masyarakat agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi.
“Apalagi atlet layang-layang di Kabupaten Batola merupakan permainan andalan pada even kejuaraan nasional maupun internasional,” kata Agus.
Ia berharap dengan adanya festival layang-layang ini, masyarakat semakin banyak berpartisipasi membudayakan permainan tersebut.
“Melalui festival ini olahraga layang-layang agar terus berkembang,” pungkasnya.
Kegiatan festival ini diikuti Pelayang di 13 Kabupaten/Kota sebanyak 228 orang dengan total hadiah puluhan juta. Kegiatan juga dirangkai dengan berbagai permainan tradisional seperti balogo, ketapel dan sumpit. (aqu/mc)
Editor Restu