Harga Cabai Rawit Tembus Rp 130 Ribu per Kilo, ini Kata Disdag Kalsel

“Dengan begitu mengakibatkan tertundanya musim tanam cabai, sehingga posisi cabai saat ini belum siap panen,” ujar Birhasani.

Dikatakan Birhasani, walaupun ada yang bisa di panen, tetapi hanya berkisar 15 persen dibandingkan saat normal, sehingga akan memengaruhi pasokan dan distribusi ke pasar yang berdampak pada kenaikan harga cukup tinggi. Meskipun ada alternatif lain, seperti memilih cabai tiung maupun cabai taji yang ada di Kalsel, namun suplai tidak mencukupi sehingga harus dibantu dari daerah lain.

“Setidaknya per dua hari, kita mendatangkan cabai dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi dan Jawa Timur sebanyak dua hingga tiga ton per dua hari, sehingga dapat membantu meskipun harganya sudah tinggi,” kata Birhasani.(aqu/MC)

Editor Restu