Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu menyampaikan penyesuaian tarif listrik diilakukan karena mempertimbangkan sejumlah faktor.
Ia memastikan, penyesuaian tarif baru berlaku pada golongan R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, R3 dengan daya diatas 6.600 VA, serta golongan pemerintahan yang ditanggung negara.
“Itu diimementasikan automatic tariff adjustment berlaku mumai besok 1 juli 2022,” katanya.
Kedepannya ada kemungkinan tarif listrik ini bisa turun. Namun, tetap mempertimbangkan pada empat faktor yang mempengaruhi penetaan tarif tersebut.
Disamping itu, ia memastikan untuk masyarakat golongan yang menerima subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Diantaranya yang mengambil tegangan rendah, hingga pelaku usaha UMKM.
“Perlu kami ingatkan kembali bahwa pemberlakuan ini tak menyentuh saudara-saudara kita yang diberikan subsidi, terutama yang masuk golongan tak mampu. Ini hanya untuk R2 R3 dan pemerintah,” tegasnya.
Per 1 Juli 2022, Pemerintah melalui Pertamina juga mulai membuka pendaftaran pembelian Pertalite dan Solar melalui MyPertamina lewat situs subsiditepat.mypertamina.id. Berikut cara pendaftaran MyPertamina dirangkum dalam infografis berikut ini.
Masyarakat Indonesia wajib daftar MyPertamina buat beli Pertalite di SPBU. Tak hanya untuk beli Pertalite, kebijakan ini juga menyasar calon pembeli bahan bakar subsidi lain yakni Solar.
Jadi, Anda harus tahu cara dan syarat daftar MyPertamina buat beli Pertalite dan Solar di SPBU.
Kebijakan ini bakal dimulai pada 1 Juli 2022. Namun, belum semua wilayah yang akan mewajibkan daftar MyPertamina buat beli Pertalite di SPBU.