“Sistem padi apung hampir sama dengan pertanian hidroponik skala besar, tanaman padi ditanam di dalam pot dan diletakkan terapung di atas air,” tuturnya.
Maka dari itu, pihaknya berharap padi apung ini dapat menjadi solusi kasus kegagalan tanam dan panen akibat banjir.
“Sistem panen padi apung ini bisa meningkatkan produksi padi di lahan rawa, dari hanya 4 ton menjadi 7 hingga 8 ton per hektare, sehingga estimasi kita untuk pertanian sistem apung justru bisa meningkatkan produksi hingga 7-8 ton per hektare,” pungkasnya. (aqu/MC)
Editor Restu







