“Iya, Ya Rasulullah, dia punya hutang sekitar dua dirham.”
Kemudian Nabi SAW tidak mau menyolati jenazah tersebut, kecuali ada yang menjaminnya atau membayarkan.
Agar menjauhi hutang adalah dengan tidak tenggelam dalam gaya hidup yang dapat melemahkan keimanan serta konsistensi, harus hidup sederhana.
Puas dengan suasana yang sedikit, dengan apa yang sudah Allah SWT berikan kepada.
Nabi Muhammad SAW bersumpah tentang masalah hutang yang hanya karena mengikuti keinginan.
“Kata Nabi SAW, sampai mati syahid tiga kali pun, tidak akan diterima syahadatnya atau mati syahidnya, sampai hutangnya lunas,” ucap Ustadz Khalid Basalamah.
“Sungguh suatu keanehan jika engkau mendengar bahwa sebagian diantara mereka terkadang bersusah payah meminjam uang untuk ikut bersaing dan menyaingi orang lain dalam hal-hal model baru, agar tampil dengan penampilan terkini,” kata Ustadz Khalid Basalamah.
“Akhirnya mereka menanggung utang yang menumpuk yang sebenarnya tidak harus terjadi pada dirinya dan rela hidup hina di hadapan manusia,” tambahnya.
Misalkan ada teman yang baru ganti HP, dia merasa dirinya harus beli juga, padahal tidak punya kemampuan.
Akhirnya memaksakan diri dan menyicil riba atau utang kepada orang lain hingga akhirnya dia harus nyicil banyak setiap bulan.
“Kita boleh menikmati dunia, tapi jangan memaksakan diri, karena berbahaya,” ucap Ustadz Khalid Basalamah.(aqu)
Editor Restu






