Birhasani berpesan, pelaku usaha kedua komoditas tersebut agar tetap mengutamakan pasokan batu bara maupun CPO untuk dalam negeri.
Hal ini agar industri dalam negeri tetap berjalan, tenaga kerja tidak kehilangan pekerjaan, ketersediaan tetap terjaga, serta harga tetap stabil dan wajar.
“Ini menandakan bahwa perekonomian Kalsel bergerak membaik, meski kita tidak bisa terhindar dari dampak ekonomi global, dimana di beberapa negara Amerika dan Eropa mengalami inflasi yang tinggi ditambah terjadinya perang Rusia Ukraina, yang membuat barang-barang impor mengalami kenaikan,” ujarnya.
Sementara, lanjut dia, saat ini Indonesia cukup tergantung impor, contohnya bahan baku gula, gandum, kedelai, gas, BBM yang tentunya harus diwaspadai, karena bisa menjadi faktor pendorong meningkatnya inflasi di Kalsel. (edj)
Editor: Erna Djedi







