WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Rusia masih gencar menginvasi Ukraina hingga saat ini.
Presiden Rusia, Vladimir Putin kerap memakai narasi memerangi neo-nazi sebagai landasan operasi militernya ke Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky adalah keturunan Yahudi.
AFP pada Jumat (4/3/2022) lalu melaporkan bahwa Putin menyatakan saat pertemuan dengan dewan keamanannya bahwa operasi militer khusus yang diperintahkannya berjalan ketat dan sesuai jadwal.
“Kita berperang dengan neo-Nazi,” sambungnya.
Dia lalu menyebut Rusia dan Ukraina merupakan satu bangsa dan mengaku tak akan pernah menyerah dengan keyakinannya itu.
Narasi soal keberadaan ‘neo-Nazi’ di Ukraina kembali diungkap Putin saat membahas keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dilansir dari AFP dan CNN, Senin (7/3/2022), Putin dalam pernyataannya mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia mengendalikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl untuk memastikan tidak ada ‘provokasi yang penuh dengan konsekuensi parah oleh neo-Nazi Ukraina atau teroris’.
Sebagaimana diketahui, Nazi adalah partai yang pernah berkuasa di Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler.







