PSSI Gelar Penerapan Asisten Wasit Tambahan AAR, 9 Maret Mulai Digunakan BRI Liga 1 di Bali

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar penerapan dan pengarahan kepada asisten wasit tambahan jelang bergulirnya Seri V BRI Liga 1 2021/2022 di Bali. Acara ini berlangsung mulai tanggal 5 hingga 7 Maret 2022.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dan Dirut PT LIB. Akhmad Hadian Lukita, membuka sekaligus memberikan pengarahan. PSSI berharap acara ini dapat memberikan efek baik kepada wasit-wasit yang akan bertugas di series terakhir Liga 1 2021/2022.

“Ini bentuk komitmen PSSI untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja wasit. Pada penerapan asisten tambahan wasit ini mereka akan di tes teori dan praktik. Kami akui saat ini lagi disorot dengan banyaknya kejadian kontroversial. Semoga di seri terakhir BRI Liga 1 tidak ada lagi permasalahan dari wasit,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut menambahkan PSSI melihat perlunya ditugaskan asisten wasit tambahan atau additional assistant referee (AAR) sebagai alternatif solusi. Ke depan PSSI juga akan menerapkan video assistant referee (VAR).

‘’Dalam prosesnya, PSSI telah mengedukasi seluruh wasit yang nantinya akan ditugaskan sebagai AAR pada tanggal 10-14 Februari lalu dengan mendatangkan dua orang instruktur wasit FIFA,’’ jelasnya.

Peralatan yang dibutuhkan AAR sudah sampai ke Bali dan rencananya simulasi akan dilaksanakan pekan ini sehingga mulai tanggal 9 Maret sudah bisa dipakai.

Additional Assistant Referee (AAR) atau asisten wasit tambahan. AAR adalah asisten wasit kelima dan keenam yang bertugas khusus di belakang garis gawang. Sejak 1991 FIFA secara resmi menggunakan tiga asisten wasit. Dua hakim garis dan satu wasit cadangan.

Meskipun sebetulnya formasi itu sudah diusulkan wasit Inggris, Ken Aston, dan diuji coba di sana sejak 1966. Banyak negara yang memilih menggunakan AAR (sambil menunggu kemampuan penggunaan VAR).

Penerapan AAR adalah bagian integral dari upaya menegakkan hukum dalam permainan sepak bola sesuai pasal 6 Laws of the Games. IFAB menyetujui penggunaan AAR mulai 2012 karena sudah di uji coba di kompetisi Eropa sejak 2009. AAR yg segera diterapkan dikompetisi Liga Indonesia (Liga 1, 2 dan 3) adalah langkah maju sebagai derap inisiatif.

Bagi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule penerapan AAR adalah wujud ikhtiar tanpa henti untuk proses keberlanjutan peningkatan kualitas maupun level kompetisi di Tanah Air.