“Ada banyak balapan tahun ini ketika ia melakukan sesuatu yang sangat spesial dan menunjukkan betapa besar talenta dan semangatnya. Namun, jika saya harus memilih, saya bakal bilang Donington Park,” tutur Denning soal pembalap yang juga anak didik lima kali juara WorldSSP, Kenan Sofuoglu, itu.
“Saat itu kami mengalami kualifikasi yang buruk. Saya tak ingat kenapa, namun kala itu ia duduk di posisi 13, dan ia datang ke depan pada lap pertama. Saya pun berkata, ‘oke, ia bisa melakukan segalanya,” pungkas Denning, yang juga merupakan eks Manajer Tim Rizla Suzuki di MotoGP ini.
Tak Dapat Dukungan
Sementara itu, dilansir CNN, Toprak terancam kesulitan mempertahankan gelar juara Superbike pada WSBK 2022 setelah Yamaha tidak mendapatkan dukungan dari pihak Jepang.
Tim Superbike Yamaha meminta peningkatan pada sejumlah aspek kepada markas pusat di Iwata, Jepang, guna menambah performa pada musim 2022.
Akan tetapi, dikutip dari Corsedimoto, pihak Iwata memilih fokus pada MotoGP guna mempertahankan gelar juara yang diraih Fabio Quartararo ketimbang pengembangan di Superbike.
“Kritik tentu tidak datang dari pembalap kami,” ujar Manajer Tim Yamaha di Superbike, Paul Denning, dilansir wartabanjar.com mengutip CNN .
“Tujuan Yamaha adalah MotoGP, kelas yang menggunakan teknologi terbaik. Kejuaraan Dunia Superbike adalah kejuaraan di bawah [pengawasan] Yamaha Eropa,” ucap Denning menambahkan.
Tanpa peningkatan signifikan pada musim depan, Yamaha bisa mendapat ancaman serius dari Kawasaki dan BWM.
Kawasaki dan BMW merupakan pabrikan yang sepenuhnya fokus pada Superbike.
Sementara itu, seperti Yamaha, markas pusat Ducati di Italia dan Honda di Jepang juga memilih memprioritaskan target di MotoGP.
Kendati demikian, Paul Dennin patut bersyukur dengan kerja keras Yamaha Eropa yang bermarkas di Milan, Italia.
“Orang-orang dari Milan melakukan pekerjaan bagus dengan pengembangan ini. Terima kasih juga atas dukungan dari Jepang,” kata Denning.
Pada kesempatan itu Denning tidak saja menyoroti soal dukungan Jepang kepada tim Superbike Yamaha, tetapi juga pembalap dari Negeri Matahari Terbit itu, Kohta Nozane, yang baru bergabung pada musim 2021.
“Yamaha di Jepang terlibat. Nozane sudah pindah ke sini, dia harus banyak belajar guna mendapatkan pijakan di sini. Dia harus memahami motor dan ban Pirelli,” tutur Denning. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi






