Ketua Barisan Pertahanan Adat Dayak (Batamad) secara tertulis telah menyampaikan pernyataan melalui Polres Barito Timur mengaku kecewa kepada pihak JNE.
Batamad berharap Polres Bartim memberikan efek jera kepada perusahaan logistik yang dianggap mengancam kerukuran warga.
Pihak JNE pada kesempatan tersebut juga menyampaikan permemohon maaf atas kelalaian dalam pembuatan poster yang telah melanggar nilai-nilai mitra perusahaan, JNE dibangun dari beragam suku, agama, ras dan sanggat menjunjung toleransi.
Buntut kejadian ini adanya pemutusan kerjasama dengan JNE Tamiang Layang.(aqu)
Editor Restu