Update Erupsi Gunung Semeru: Satu Orang Meninggal Dunia, 10 Orang Terjebak Tak Bisa Dievakuasi

    WARTABANJAR.COM, LUMAJANG – Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu (4/12), kejadian bencana awan panas guguran Gunung Semeru telah berdampak di enam desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang. Selain itu, sebaran abu vulkanik telah berdampak di 11 desa/kelurahan di sembilan kecamatan.

    Di samping itu, kejadian awan panas guguran Gunung Semeru telah menyebabkan satu orang warga meninggal dunia, 2 orang hilang, 8-10 orang masih terjebak, 70 orang dilarikan ke puskesmas dan 300 KK mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, kerusakan dan kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

    Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyebut masih ada 10 orang warga Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo masih belum dievakuasi. Medan yang sulit disebut menjadi salah satu faktor.

    “Sepuluh orang masih belum bisa dievakuasi karena lokasinya agak sulit, mobil tidak masuk lokasi karena lumpur sampai lutut kaki,” ujarnya saat konferensi pers bersama BNPB Pusat, Sabtu (4/12) malam.

    Wabup bersyukur proses evakuasi dibantu komunitas Jeep. Sampai saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sudah ada 300 warga Curahkobokan yang mengungsi di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

    Wabup juga mengatakan kondisi rumah warga di Curahkobokan hampir keseluruhan sudab rusak akibat APG Gunung Semeru.

    “Hampir semua rumah hacur di Curah kobokan, sebagian besar mengungsi di Balai Desa Penanggal,” imbuhnya.

    Baca Juga :   Heboh! Tawuran Pecah di Jalan Kramat Raya Usai Salat Id, Warga Panik

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI