WARTABANJAR.COM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menjelaskan pimpinan MPR RI dalam Rapat Pimpinan MPR RI meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menghargai hubungan antar lembaga tinggi negara, karena Menkeu beberapa kali tidak datang memenuhi undangan rapat dari pimpinan MPR RI dan Badan Penganggaran MPR RI, tanpa adanya alasan yang jelas.
Padahal, kehadiran Menteri Keuangan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi dengan MPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat yang diisi oleh 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI.
“Sebagai Wakil Ketua MPR RI yang mengkoordinir Badan Penganggaran, Pak Fadel Muhammad merasakan betul sulitnya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Sudah beberapa kali diundang oleh Pimpinan MPR, Sri Mulyani tidak pernah datang.”
“Dua hari sebelum diundang rapat, dia selalu membatalkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani tidak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara,” tegas Bamsoet di Jakarta, Selasa (30/11/21).
Dilansir kanal YouTube beritasatu, dalam rapat internal pimpinan MPR meminta Presiden Jokowi memberhentikan Sri Mulyani.
Hal ini diduga buntut pemotongan anggaran MPR RI. pimpinan MPR menilai Sri Mulyani tidak cakap mengatur kebijakan pemerintah yang berkelanjutan.
Melalui akun Instagram resminya, Sri Mulyani membalas pernyataan Pimpinan MPR RI, Bambang Soesatyo dengan empat poin.
Berikut pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani:
Sehubungan dengan pernyataan pimpinan MPR mengenai ketidakhadiran Menkeu dalam undangan rapat dengan pimpinan MPR membahas anggaran MPR
dapat dijelaskan sbb: