Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 289 orang dan kumulatifnya 690.990 orang, diikuti DKI Jakarta menambahkan 76 orang dan kumulatifnya 848.573 orang, Jawa Tengah menambahkan 59 orang dan kumulatifnya 454.175 orang, Jawa Timur menambahkan 48 orang dan kumulatifnya 369.038 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 35 orang dan kumulatifnya 150.628 orang.
Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di
- DKI Jakarta menambahkan 36 kasus dan kumulatifnya 862.825 kasus
- Jawa Barat menambahkan 27 kasus dan kumulatifnya 706.901 kasus
- Jawa Tengah menambahkan 27 kasus dan kumulatifnya 485.856 kasus
- Jawa Timur menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya 398.950 kasus serta
- Kalimantan Barat menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya 41.317 kasus.
Pada kasus aktif per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi di
- Papua sebanyak 1.680 kasus
- Jawa Tengah sebanyak 1.500 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.193 kasus
- DKI Jakarta sebanyak 663 kasus dan Lampung sebanyak 616 kasus.
Selain itu, per hari ini terdapat 8 provinsi yang menambahkan kasus kematian. Diantaranya
- Jawa Tengah menambahkan 3 kasus dan kumulatifnya 30.181 kasus
- Lampung menambahkan 2 kasus dan kumulatifnya 3.835 kasus.
Sementara 6 provinsi lainnya menambahkan 1 kasus harian yaitu Jawa Timur dengan kumulatifnya 29.671 kasus, DKI Jakarta dengan kumulatifnya 13.589 kasus, Sumatera Selatan dengan kumulatifnya 3.070 kasus, Sulawesi Tengah dengan 1.599 kasus, Kalimantan Tengah dengan kumulatifnya 1.403 kasus serta Kalimantan Utara dengan kumulatifnya 810 kasus.
Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 50.382.458 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.882.141 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 40.800.748 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,16% dan positivity rate spesimen mingguan (7 – 13 November 2021) di angka 0,26%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 29 spesimen.