WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Kemelut ketersedian bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis solar dan biosolar, tampaknya belum kunjung membuahkan solusi.

Terbukti, para buruh dan sopir kini semakin berteriak lantaran kesulitan mendapatkan BBM tersebut.

Bahkan para buruh dan sopir berencana melakukan mogok kerja sekaligus melakukan pernyataan sikap aksi damai sebagai bentuk protes belum ditemukannya solusi mengatasi kesulitan mendapatkan solar dan biosolar.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima wartabanjar.com, kelompok yang menamakan Aspirasi Komunitas Sopir Indonesia menyebut aksi akan dilaksanakan Senin (1/11/2021).

Aksi kumpulan buruh dan sopir ini, dilakukan pukul 09.00 hingga selesai di area jalan masuk Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, lebih tepatnya simpang 4 jalan lumba-lumba.

Surat pemberitahuan mogok kerja karena sulitnya mendapatkan solar dan biosolar itu ditujukan kepada Kapolda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kepala Dinas Perhubungan, PT Pertamina, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta CEO Pelind III Regional Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi, Bambang Supriyono, Koordinator Lapangan (Korlap) Komunitas Sopir Indonesia, membenarkan akan adanya rencana aksi tersebut.

"Insya Allah positif untuk aksi tersebut, karena surat sudah dikirimkan kepada masing-masing instansi terkait," ujar Bambang kepada wartabanjar.com, Sabtu (30/10/21) sore.

Korlap juga mengungkapkan, saat aksi nanti kemungkinan akan melibatkan ratusan orang yang terdiri dari para supir truk dan juga ekspedisi.

"Kalau untuk di surat yang kita kirimkan itu, kita tulis sebanyak 500 orang yang akan terlibat dalam aksi tersebut. Tapi saya juga tidak bisa memastikan pada saat aksinya nanti, bisa saja kurang dan bisa saja lebih," ungkap Korlap.

Bambang juga menuturkan, aksi ini dilakukan agar pemerintah bisa mengetahui kesusahan dan kesedihan para supir yang sudah tidak terbendung lagi.

"Selama ini para supir mengalami kesusahan dalam mendapatkan solar, karena solar sering diambil oleh para pelangsir," tutur Bambang.

Bambang juga membeberkan bahwa kelangkaan solar ini sudah terjadi sejak lama sehingga membuat para supir truk dan ekspedisi menderita.