Nasib Wanita Afghanistan Mengkhawatirkan, Erdogan Belum Akui Kekuasaan Taliban
WARTABANJAR.COM, KABUL - Nasib para wanita menjadi paling mengkhawatirkan di Afghanistan semenjak Taliban berkuasa di negara itu.
Pengakuan sejumlah wanita yang tidak berani mengungkapkan identitas mereka, pelakuan kasar mereka terima dari tentara Taliban.
Sejumlah wanita pun dilontari kata-kata kasar ketika berdemo menuntut hak-hak mereka kemarin. Tak hanya itu, mereka juga dipukuli.
Puluhan wanita protes setelah mengetahui tidak ada perwakilan mereka dalam daftar menteri dalam kabinet baru Afghanistan.
Mereka lalu menggelar aksi unjuk rasa di jalanan Kabul kemarin. Seorang wanita bernama Sara tidak terima jika hak-hak wanita diambil dan tidak diizinkan ada dalam pemerintah.
"Kami tidak bisa menerima ini, dan karena itu kami turun ke jalan," kata Sara (bukan nama sebenarnya) dilansir BBC.
Sayangnya demonstrasi yang sebenarnya berlangsung damai itu langsung diberhentikan oleh Taliban sesaat setelah mereka mengetahuinya.
Tak hanya disetop, para wanita yang demo juga dicambuk dan dipukuli dengan tongkat yang mengeluarkan sengatan listrik.
"Kami berunjuk rasa dengan damai. Kemudian saya melihat 4-5 kendaraan masing-masing dengan sekitar 10 militan Taliban di dalamnya, berjalan mengikuti kami," kata pengunjuk rasa lain bernama Jia.
"Mereka memukul bahu saya dua kali. Seluruh badan saya sakit. Sampai sekarang masih sakit, dan saya tidak bisa menggerakkan lengan saya," lanjutnya.
Seseorang bernama Sara mengaku ponselnya juga dipukul sampai lepas dari tangan ketika mencoba merekam militan yang berusaha menghentikan unjuk rasa.
"Kami semua dipukuli. Saya juga dipukul. Mereka menyuruh kami pulang ke rumah dan mengatakan di situlah tempat perempuan," kata Sara.
Meski sudah berjanji akan menghormati hak-hak wanita, Taliban diketahui masih berlaku kasar pada mereka. Hal tersebut menjadi ketakutan Sara terlebih Taliban pada rezim sebelumnya benar-benar melarang wanita bekerja dan sekolah. Sara yang pernah bekerja di pemerintahan ingin menuntut haknya dalam demo meski sempat mendapat larangan dari keluarga.