WARTABANJAR.COM, TABALONG – Melibatkan peran serta masyarakat yang seluas-luasnya sebagai pelopor demokrasi bagi komunitas yang ada dilingkungan tempat tinggal mereka, Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan melaunching Kader Pelopor Demokrasi Desa Partisipatif.
Pelopor demokrasi ini diharapkan akan menjadi mitra penyelenggara dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan politik bagi pemilih mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten kota hingga desa.
Diungkapkan Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kalsel, T Dahsya Kusuma Putra di Desa Suput Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kaslel, saat launching Kader Pelopor Demokrasi Desa Partisipati itu, Senin (6/9/2021) kemarin.
Lebih lanjut, T Dahsya Kusuma Putra menjelaskan, Kader Pelopor Demokrasi partisipatif adalah Proyek perubahan yang digagas oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kalsel, T Dahsya Kusuma Putra sebagai agenda proyek perubahan bagi para jabatan pimpinan tinggi pratama yang sedang mengikuti pelatihan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Jatinangor.
Pelopor Demokrasi merupakan gagasan gerakan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Dasa itu mengatakan, pelopor demokrasi dibentuk untuk memberikan pendidikan politik terhadap kelompok masyarakat yang berasal dari lima basis pemilih strategis yaitu pemilih keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, dan pemilih penyandang disabilitas.







