Pihak feri juga sempat melakukan penyelaman untuk mencari korban.
Namun karena arus yang begitu kuat sehingga korban tidak bisa dijangkau.
Bahkan pihak feri yang berusaha menolong tersebut sempat kram dan nyaris kehabisan oksigen sehingga dilarikan ke Puskesmas terdekat. “Bibirnya sampai biru,” ujar warga yang melihat kejadian itu.
Sehari setelah musibah itu, korban sempat ditemukan warga yang menggunakan kelotok di sekitar Belawang.
Sayangnya, karena warga tersebut sedang melakukan kegiatan menempel di tongkang, jasad itun terlepas.
Namun penemuan itu memberi petunjuk bagi tim gabungan dalam melakukan pencarian korban, sehingga pada Rabu (1/9) siang jasad korban berhasil ditemukan kembali.
Dalam operasi pencarian ini setidaknya melibatkan berbagai unsur, antara lain Polair Batola, Basarnas, BPBD Batola, Rescue 911, KGE/Komunitas Gabungan Emergency Anjir, BPK Darulaman Anjir, BPK AL Mustha, Water Rescue Banjarmasin, Rescue 88, Putra Baung Tapin, Rescue MTA, Chicken Fire Marabahan, serta dibantu warga sekitar. (ehn/dyn/bjg)
Editor: Erna Djedi