Ketika ditanya apakah Apriyani sempat pulang ke rumah sebelum tampil pada Olimpiade Tokyo ini, Amiruddin mengatakan, seminggu sebelum tampil di Olimpiade anaknya sempat pulang untuk ziarah ke makam ibunya.
Ia menceritakan, ketika tampil pada suatu kejuaraan bulu tangkis di Lima, Peru, tanggal 10 November 2015, dan saat masuk ke lapangan untuk bertanding sempat diminta keluar karena ada khabar bahwa ibunya meninggal dunia.
Tetapi Apriyani tetap melanjutkan pertandingan dan alhamdulillah juara di Peru.
Menyinggung harapannya setelah meraih medali emas di Olimpiade, dia mengatakan, dirinya anaknya tetap bisa tampil sebagai juara pada event-event internasional.
Sejak pertama kali cabang olahraga bulu tangkis dimainkan pada Olimpiade yaitu tahun 1992, baru pertama kali nomor ganda putri meraih medali emas.
Pada tahun 1992, cabang bulu tangkis menyumbang dua emas dari Susi Susanti dan Alan Budikusuma, kemudian Olimpiade 1996 pasangan Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra) meraih emas.
Kemudian pada Olimpiade 2000, pasangan Chandra Wijaya/Tony Gunawan (ganda putra) meraih medali emas, kemudian pada Olimpiade 2004 Taufik Hidayat meraih medali emas, kemudian Olimpiade 2006 pasangan Hendra Setiawan/Markis Kido meraih emas, dan Olimpiade 2016 pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir meraih emas nomor ganda campuran. (ant)
Editor: Erna Djedi