Rupiah Awal Pekan Menguat 45 Poin Dibanding Penutupan Sebelumnya

Sementara itu bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), kelihatannya tidak sedang tergesa-gesa mengurangi skema pembelian obligasi mereka, meskipun mengakui kenaikan inflasi. Kecenderungan yang ketat atau hawkish tersebut dinilai masih perlu didukung oleh data ekonomi lebih lanjut.

Dalam pertemuannya beberapa minggu yang lalu, Federal Reserve membuat kecenderungan yang lebih hawkish dengan memberikan sinyal akan adanya dua kenaikan tingkat bunga hingga 2023 dan meluncurkan debat mengenai pengurangan pembelian obligasi.

Di AS, juga muncul keraguan data ekonomi akan stabil membaik karena makin memburuknya kondisi wabah COVID-19 di negara itu, sehingga meredam spekulasi pelaksanaan tapering stimulus moneter The Fed dalam waktu dekat.

Pada Jumat (9/7) rupiah ditutup melemah tga poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.528 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS. (ant)

Editor: Erna Djedi