Giovanni Di Lorenzo vs Raheem Sterling
Ketika Raheem Sterling berlaga dalam semifinal Piala Dunia FIFA 2018 bersama Inggris, setelah memimpin Manchester City meraih gelar Liga Premier dengan 18 golnya, Giovanni Di Lorenzo yang satu tahun lebih tua dari dia, menyaksikan turnamen itu dari rumahnya di Tuscany.
Bek kanan itu baru saja promosi dari Serie B bersama Empoli. Baru setahu sebelumnya dia bermain di divisi tiga Italia bersama Matera, tim dari kota spektakuler di Italia selatan yang terkenal berkat Città dei Sassi (Kota Batu), namun bukan kekuatan sepakbola.
Di Lorenzo memulai turnamen ini sebagai pemain skuad tetapi terus cemerlang sejak Alessandro Florenzi mengalami cedera betis pada pertandingan pembuka melawan Turki, dengan mempersembahkan serangkaian penampilan yang solid.
Malam tersulitnya hingga saat ini adalah saat menghadapi pemain muda Belgia Jeremy Doku. Pada diri Sterling, dia akan menghadapi penyerang yang berasal dari kelas yang berbeda, yakni seorang pemain terbaik dalam turnamen ini yang menghadapi para bek lebih sering ketimbang pemain mana pun dalam EURO ini (29 kali).
Gol Sterling bisa menjadi tirai yang membuka gawang Italia, mengingat Inggris tak pernah kalah ketiak dia yang mencetak gol. Jadi, Di Lorenzo kali ini sangat membutuhkan sedikit bantuan dari rekannya, bek tengah Leonardo Bonucci.
Jorginho vs Mason Mount
Jorginho dan Mason Mount saling mengenal luar dalam karena keduanya sama-sama mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions enam pekan silam. Akankah sama-sama sudah saling tahu itu membuat untung kedua tim? Jawabannya sulit.