Wanita Muda Dibantu Selingkuhan Bunuh Suami di Jayapura Linglung Saat Akan Dijemput Polisi

Si perekam video mengatakan akan membantu wanita muda itu dan sudah menelepon polisi.

Perempuan muda yang belakangan diketahui bernama Virgita Legina Hellu, berusia 25 tahun, menangis sambil menunjukkan tangannya yang berdarah.

Berdasarkan keterangan Virgita, ia dan suami menjadi korban perampokan di jalan itu.

Saat melintas di Jalan Hanurata, mobil mereka diberhentikan oleh empat orang yang tak dikenal.

Dari keterangan Virgita, saat itu dirinya sedang tertidur dan tiba-tiba terbagun.

Ia sangat terkejut melihat suaminya sudah diancam dengan pisau.

Masih berdasarkan keterangan Virgiya, bahkan saat dirinya hendak melindungi korban yang sudah jatuh tersungkur dengan luka pada leher belakang, ia juga mendapat luka di bagian tangan kanannya.

Para pelaku pun melarikan diri dan membawa tas milik istri korban.

Saksi tidak mengetahui keempat pelaku kabur dengan menggunakan kendaraan jenis apa lantaran kondisi TKP yang gelap.

Dari keterangan Kapolsek, AKP Jubelina, saat mendapat lamporan perampokan tersebut anggotanya langsung mengamankan TKP dan menghubungi mobil jenazah RS Bhayangkara Jayapura.

Satreskrim Polresta Jayapura Kota, yang juga tiba di TKP, telah mengamankan beberapa barang bukti korban.

Usai olah TKP, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan Visum.

Selain itu pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan, karena dicurigai ada kemungkinan motif lain di balik kasus ini.

Mengingat korban adalah perantau di Papua, Asal Bangkan Balombong Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Akhirnya polisi pun berhasil mengungkapkan motif perampokan disertai pembunuhan yang ternyata berlatar asmara.

Virgita Legina Hellu, istri yang menangis saat suaminya dihabisi oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Hanurata Hol Balai Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, digelandang oleh pihak kepolisian.

Sang istri diduga merupakan otak pelaku pembunuhan suaminya sendiri Nasruddin alias Acik (45) merupakan pedagang emas. (edj)

Editor: Erna Djedi