WARTABANJAR.COM, PYONGYANG-Korea Utara hingga kini belum mengonfirmasi penularan virus corona meski COVID-19 telah menyebar ke hampir seluruh negara dan menginfeksi lebih dari 165 juta orang di dunia.
Duta Besar Indonesia di Pyongyang, Berlian Napitupulu dalam keterangan pers-nya, Senin (24/5/2021) dikutip Jumat (28/5/2021), mengakui bahwa Korut memang aman dari infeksi corona.
Di antara alasannya adalah ketegasan pemerintahan Pemimpin Tertinggi, Kim Jong-un dalam menangani situasi pandemi ini.
Berlian mengatakan sejauh ini tidak ada korban corona yang terkonfirmasi baik warga setempat atau WNA.
“Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih ada di Pyongyang, saya sering bertemu dan beliau juga tidak bisa konfirmasi bahwa ada kasus corona di sini,” sebutnya.
Walau aman, mobilitas warga lokal dan asing tetap dibatasi selama masa pandemi ini, misalnya tidak ada penerbangan internasional maupun domestik.
Untuk pencegahan, ada beberapa langkah yang pemerintah setempat lakukan salah satunya membatasi pergerakan dan melakukan karantina.
Semua pendatang yang masuk ke negara ini dari pertengahan Januari 2020 lalu semua dikarantina selama 1 bulan, termasuk staf diplomatik dan duta besar.
Pemerintah setempat mengarantina sekitar 30 ribu orang saat itu.

Di sini untuk pemeriksaan swab PCR juga terbatas.
“Semua komunitas diplomatik dan warga asing sudah jalani tes PCR bulan lalu,” imbuhnya.
Soal vaksinasi, sepanjang yang pihaknya ketahui, belum ada vaksinasi karena mereka masih menunggu vaksin melalui mekanisme kerja sama global untuk pengadaan vaksin, yaitu Covax Facility.
“Tapi Korut belum menerima vaksin sejauh ini dari yang saya tahu,” katanya lagi.
Sejak akhir Januari 2020, Korut segera menerapkan keadaan darurat penanggulangan pandemi.
Ini berdampak ke berbagai hal karena diterapkan disiplin dan ketat sampai saat ini.
Negara ini paling pertama menutup perbatasan dan menghentikan penerbangan.
Seluruh transportasi internasional dan domestik juga dihentikan.
“Kita sebagai WNA tidak bisa bebas, ada larangan ke luar kota,” ujarnya.
Dalam hal protokol kesehatan, negara ini luar biasa ketat.
Korut sudah menerapkan lockdown jauh sebelum negara lain melakukannya.
Korut juga menerapkan dengan ketat prokes, sebagai contoh penggunaan masker.







