WARTABANJAR.COM, KANDANGAN – Perusahaan Perkebunan Sawit, PT Surya Langgeng Sejahtera (SLS), yang beroperasi di Kelumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendapatkan keluhan dari para karyawannya tentang besaran gaji yang diterima, berikut bonus termasuk THR yang diberikan perusahaan, dianggap kurang transfaran dan kurang adil.
Karyawan PT SLS, Acaan, di Kelumpang, Selasa (10/5), mengatakan dirinya mewakili beberapa karyawan di perusahaan tersebut merasakan ketidakadilan dalam pemberian gaji dan bonus seperti THR yang sudah dibayarkan, sebab perusahaan tidak terbuka memberikan penjelasan terbuka dan rinci atas persoalan tersebut.
“Sebelumnya untuk gaji dan bonus normal-normal saja, bahkan disaat harga komoditas Sawit turun atau tidak turun pun tidak bermasalah atau tetap saja, namun akhir-akhir ini pembayaran gaji yang diberikan perusahaan besarannya kami rasa tidak sesuai dan tidak adil,” katanya, saat memberikan keterangan.
Dijelaskan dia, tentunya dengan status sebagai karyawan tetap dalam jabatan sebagai security dengan kondisi ini merasa kecewa, padahal dirinya bersama beberapa karyawan lainnya juga termasuk berjasa dalam pendirian perusahaan sawit tersebut, dan ikut berjuang langsung dalam merintis dari awal seperti pembebasan lahan.
Terkait dengan pemotongan gaji yang terjadi, pihaknya mempertanyakan apakah pemotongan tersebut dikarenakan karena kinerja karyawan, tapi di sisi lain juga diduga ada karyawan yang kerap absen malah tidak dilakukan pemotongan, atau besaran gajinya lebih besar dari yang aktif.