Dalam satu tahun terakhir, Ketua Umum PP Muslimat NU itu tampil dalam 53.417 berita di media massa.
Mantan menteri sosial ini juga menjadi tokoh perempuan tervokal kedua dengan 150.774 pernyataan yang dikutip media massa.
Sedangkan posisi figur perempuan terpegah dan tervokal nomor tiga di Indonesia adalah Menteri Sosial yang juga mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang karib disapa Risma.
Nama Risma tampil dalam 51.436 berita dan 121.548 pernyataannya menghiasi pemberitaan. Baik Khofifah maupun Risma, menurut Rustika, banyak diberitakan dan berbicara soal penanggulangan COVID-19, khususnya di Jawa Timur dan Surabaya.
Risma yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial juga banyak disorot soal kebijakan-kebijakan-nya dalam bantuan sosial COVID-19.
“Ketiga figur perempuan ini berada di urutan yang sama, dalam deretan sosok Perempuan Terpegah dan Tervokal di media. Media memang memberikan sorotan yang besar terhadap berbagai langkah pejabat publik untuk penanggulangan COVID-19 dan dampaknya dalam perekonomian. Dan suara pejabat publik perempuan juga terkait dengan banyak kebijakan strategis,” papar Rustika.
Namun demikian, Rustika menyebutkan bahwa porsi pemberitaan figur kaum perempuan di media dinilai masih minim.
Dari rincian 100 nama top person dan top influencer yang dianalisis, hanya terdapat 18 nama perempuan dalam top person, dan 17 nama perempuan dalam top influencer.
Top person dapat diartikan sebagai objek pemberitaan, dan top influencer sebagai subjek pemberitaan.
“Artinya hanya sekitar 17-18 persen saja porsi figur perempuan dalam pemberitaan, bahkan jumlah tokoh perempuan tervokal lebih sedikit dibandingkan ‘top person’,” ucap-nya menjelaskan.