Kondisi pandemi yang tak pasti juga memaksa panitia harus melarang kehadiran penonton asing. Tak hanya itu, beberapa acara kirab obor juga terpaksa dialihkan hingga dibatalkan. Bahkan, panitia juga hingga kini belum memberikan kepastian terkait rencana akomodasi penonton lokal di Olimpiade nanti.
Lima badan penyelenggara pertandingan, termasuk Komite Olimpiade Internasional serta pemerintah metropolitan Tokyo, berencana untuk mengadakan pertemuan pada akhir April untuk menetapkan arahan tentang jumlah penonton yang akan diizinkan memasuki tempat pertandingan.
Panitia yang bertugas mengawasi persiapan logistik Tokyo 2020, Hidemasa Nakamura, pun mengakui bahwa panitia belum bisa memberikan kepastian apa pun soal pesta olahraga terakbar sejagat yang tinggal 100 hari lagi itu.
“Situasi terus berubah, bahkan dalam beberapa bulan terakhir situasi virus corona telah berubah masif, dan itu akan terus terjadi. Kondisi saat ini sangat menantang bagi kami untuk melanjutkan persiapan ketika kami sendiri pun tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan,” kata Nakamura dikutip Reuters, Rabu.
Meski demikian, Nakamura mengatakan bahwa panitia Tokyo 2020 berjanji untuk menggelar Olimpiade yang aman. Salah satunya, yakni dengan membuat buku panduan tindakan pencegahan Covid-19 yang edisi pertamanya telah dirilis Februari lalu. Buku panduan baru diharapkan selesai bulan ini.
“Penting bagi kami untuk menunjukkan apa yang kami punya saat ini, menerima masukan, dan menyelesaikan buku panduan selangkah demi selangkah. Kami tidak mau membahas ini secara tertutup,” ujarnya.







