Tim geologi dari Kementerian ESDM ini mengidentifikasi sedikitnya delapan titik baru yang layak ditetapkan sebagai sebagai taman bumi (geopark).
Delapan calon taman bumi itu adalah Bukit Cemenung, Goa Song Gentong, Gunung Blejed, Sumber Agung, Sungai Niyama, Gunung Pegat, Gunung Tanggul dan Embung Sidem.
Dida mengatakan, 18 calon warisan geologi ini akan segera dilaporkan ke Kementerian ESDM, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi kelayakan sebagai warisan geologi tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
āWarisan geologi itu ada di situs Goa Homo Wajakensis. Situs ini bahkan mempunyai peluang menjadi warisan geologi internasional,” katanya.
Peluang tersebut akan semakin besar jika pemerintah daerah melakukan konservasi lingkungan di sekitar situs yang dimaksud.
Ada tiga goa yang diusulkan menjadi warisan geologi internasional, yaitu goa Tenggar, Goa Song Gentong dan Goa Homo Wajakensis.
Di tiga goa kuno itu ditemukan bukti sisa-sisa kehidupan manusia purba yang saling berkaitan.
Dia melanjutkan masih banyak wilayah Tulungagung yang belum dieksplorasi, sehingga memungkinkan banyak potensi geologi yang belum ditemukan.
āKalau memang ada dana dan waktunya, kami mendapatkan ijin dari kantor pusat, mudah-mudahan kami bisa mengeksplor lagi,ā katanya.
Untuk proses verifikasi akan dilakukan hingga akhir tahun ini, oleh tim khusus.
Pihaknya akan berupaya agar warisan geologi yang ada diikat statusnya, dengan alasan-alasan ilmiah.
“Apakah itu warisan geologi lokal, nasional atau internasional,” katanya.
Kendati begitu, dia optimistis warisan geologi di Tulungagung lolos verifikasi.