Disebutkannya, pelaksanaan PSU nantinya merupakan ujian bagi demokrasi Kalsel. Suksesnys PSU mencerminksn kematangan Provinsi Kalsel dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.
Karena itu, KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel kiranya sudah mengambil langkah-langkah mempersiapkan tahapan PSU. seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel beserta seluruh jajarannya, kiranya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara berintegritas dan profesional.
“kita bersama-sama harus terus memantau dan memprhatikan proses PSU ini agar berjalan secara tertib aman dan lancar termasuk memastikan tahapan PSU aman dari penularan covid-19 yang masih menyebar cukup tinggi didaerah kita,” ujar Pj Gubernur.
Dia juga mengajak semua pihak, meningkatkan sinergi dan kerjasama sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing kelembagaan.
“Koordinasi harus kita lakukan secara berkelanjutan kita harus bergandengan tangan melibatkan TNI, Polri, Tokoh Agama, Masyarakat, ormas dan seluruh lapisan masyarakat agar pelaksanaan PSU pemilihan Gubermur dan Wakil Gubernur Kalsel bisa berlangsung secara tertib aman dan damai,” pungkasnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel, Sarmuji mengatakan, dalam pelaksaan PSU nanti, dipastikan tidak ada tambahan daftar pemilih tetap (DPT). Justru dimungkinkan berkurang, semisal ada yang meninggal dunia.
“Kami tadi malam sudah menerima surat dinas dari KPU RI bahwa yang akan diundang dalam PSU adalah yang masuk di 2020 lalu,” ujarnya di sela-sela rapat koordinasi persiapan PSU Gubernur/Wakil Gubernur Kalsel, di Banjarmasin.







