Padahal, kata dia, banjir kiriman dari Malaysia ini sangat merugikan masyarakat di Kecamatan Sembakung tersebut.
“Sementara banjir ini kita istilahkan banjir kiriman dari Malaysia. Beberapa waktu yang lalu sebenarnya kita selalu menyuarakan dalam Sosek Malindo dan sebagainya. Pertanyaan masyarakat di Sembakung sampai kapan kita akan seperti ini, di sana ada ribuan masyarakat yang selalu terkena dampaknya tiap tahunnya,” katanya.
Laura mengharapkan perlunya segera dicarikan solusi dan bantuan dari pusat karena kewenangan pemda sangat terbatas.
Ia juga menyatakan Pemkab Nunukan selama ini telah berupaya bersurat ke berbagai instansi secara berjenjang dan ditembuskan ke berbagai pihak.
“Saya kira sudah saatnya kita kumpul sama – sama ini dan mudah – mudahan ada titik jelas solusi dari pemerintah pusat terkait dengan persoalan banjir Sembakung ini,” demikian Asmin Laura Hafid. (ant)
Editor: Erna Djedi






