Untuk mengklarifikasi hal tersebut, KONI Kalteng juga sudah memanggil sejumlah pihak terkait, diantaranya Manajer tim sepak bola Kalteng Putri Budi Yantoro, Ketua Asprov Kalteng Leonard S Ampung dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi setempat.
“Setelah dilakukan diskusi dengan mereka, semuanya sudah selesai. Untuk penggalangan dana tim sepak bola putri selesai dan memang hanya tiga hari saja,” kata dia.
Sancho mengaku sangat menyayangkan penggalangan dana yang dilakukan tim sepak bola putri tersebut karena sama sekali tidak ada koordinasi dengan KONI Kalteng.
Seandainya manajemen tim sepak bola putri berkoordinasi dengan pihaknya, maka tentu ada solusi yang diberikan, salah satunya adalah mencari dana dengan menyebarkan proposal.
“Ya itu sebenarnya persoalan internal saja bagi manajemen. Persoalan seperti ini tentunya menjadi pelajaran, jangan sampai mencari dana sampai turun ke jalan minta-minta seperti itu,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Ketua KNPI Provinsi Kalteng Rahmad Handoko menilai kejadian tersebut akan menjadi pelajaran berharga. Aktifitas penggalangan dana tim sepak bola putri itu dilakukan atas nama KNPI Kalteng dan dilangsungkan di kawasan bundaran kecil Kota Palangka Raya.
“Tentunya dalam hal ini kami akan lebih berhati-hati lagi. Syukurlah persoalan ini kini selesai dan tidak ada masalah lagi,” kata dia.
Handoko menegaskan awalnya ia hanya berniat mendukung penggalangan dana tersebut guna kemajuan para pemuda-pemudi di Kalteng dalam bidang olahraga.
“Semoga saja ke depan olahraga di Kalteng kian jaya dan lebih maju, dan tak kalah dengan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia,” pungkas Handoko. (edj/ant)
Editor: Erna Djedi






