Kronologi Pria Dituduh Curi Hp Meninggal 3 Hari Kemudian di Tahanan Polresta Balikpapan

WARTABANJAR.COM, SAMARINDA – Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, membenarkan proses penyelidikan yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltim atas kasus meninggalnya seorang tahanan di Polresta Balikpapan awal Desember 2020 lampau.

Kombes Ade menyebutkan enam anggota Polresta Balikpapan sudah diperiksa sebagai saksi. “Hal motif dan kronologi kejadian masih didalami oleh penyidik,” jelasnya.

Sebelumnya pada kesempatan terpisah, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi menjelaskan saat ini ada empat anggotanya sedang jadi obyek penyelidikan Divisi Propam Polda Kaltim hal kasus meninggalnya tahanan tersebut.

Kombes Turmudi juga menyebutkan bahwa kematian tahanan tersebut sudah diterima keluarga dan sudah berdamai.

“Anggota itu ketika diproses (Propam) bukan berarti dia melakukan pemukulan dan lain sebagainya, tapi kemungkinan ada prosedur yang dia tidak taati. Kalau itu terbukti, pasti saya akan proses,” tegas Kombes Turmudi

Kasus ini kembali mencuat ketika keluarga akhirnya resmi melaporkan kasus kematian Herman (39 tahun) ke Divisi Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Polda Kaltim.

Herman diketahui meninggal dunia setelah berada di dalam penanganan Polresta Balikpapan dalam dugaan pencurian telepon genggam.

“Kami laporkan Jumat 5 Februari kemarin, langsung ke Mapolda Kaltim di Jalan Sjarifuddin Joes,” kata pengacara keluarga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda Fathul Huda Wiyashadi, Sabtu.

Fathul menuturkan, kejadiannya sendiri sudah berlalu dua bulan.

Pada malam 2 Desember 2020, Herman yang sedang beristirahat di rumahnya di kawasan Jalan Borobudur, Kelurahan Muara Rapak, dan tak jauh dari Polsek Balikpapan Utara, didatangi 3 orang tak dikenal.

Orang-orang ini, menurut Fathul, meringkus Herman yang bertelanjang dada dan hanya bercelana pendek hitam, dan membawanya ke mobil.

Ani, 23 tahun, sepupu Herman, yang semula masuk kamar mengambilkan baju, tak sempat lagi menyerahkan baju karena mobil keburu pergi.

“Pertama keluarga mengira Herman dibawa ke Polsek Utara di Jalan Soekarno-Hatta. Adik Herman, Dini dan seorang adiknya lagi, pun datang ke kantor Polsek. Tapi Herman tidak ada. Dari polsek mereka diberitahu Herman dibawa ke Polresta di Jalan Jenderal Sudirman,” tutur Fathul.