“Yang beliau pikirkan adalah bagaimana untuk mendidik umat yang Qur’ani. Sebab, kata beliau, kalau umat Islam akrab dengan Qur’an maka insyaallah hidupnya pasti bernuansa akhlaq, karakternya pasti bagus karena Al-Qur’an hidup dalam diri mereka,” terangnya dikutip dari NU Online.
Ia menegaskan bahwa mimpi besar Syekh Ali Jaber adalah ingin mencetak generasi muda Indonesia yang Qur’ani. Targetnya adalah 1 juta penghafal Al-Qur’an.
Dengan banyaknya penghafal Al-Qur’an, dan menyebar di seluruh pelosok negeri, serta masjid-masjid juga ramai dari penghafal Al-Qur’an, Syekh Ali Jaber berharap Indonesia benar-benar menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.
“Negeri yang indah, makmur dan dicintai tuhan-Nya, insyaallah terwujud, itu harapan beliau,” tambah Habib al-Habsy.
Satu lagi akhlaq Syekh Ali Jaber yang begitu agung dalam pandangan Habib al-Habsy, yaitu bahwa dalam melakukan kebaikan, beliau mewanti-wanti agar jangan pernah berharap mendapatkan ridlo dari mansuia.
Sebab, ridlo manusia itu tidak mungkin timbul dalam seluruh pribadi pribadi manusia. Berharaplah untuk selalu mendapat ridlo Allah.
Jika hanya berharap ridlo Allah, dan dia mengucurkan ridlo-Nya, maka manusia yang tidak ridlo sekalipun akan berubah menjadi ridlo. “Itu yang beliau sering ucapkan,” katanya. (edj)
Editor: Erna Wati







