Adapun vaksin tahap pertama yang diterima tersebut, dialokasikan kepada para tenaga kesehatan atau nakes.
“Setelah ini masih akan ada dosis kedua nantinya yang dikirimkan kembali. Rencananya periode pertama, Kalteng dikirim sekitar 39 ribu dosis dan saat ini baru 14 ribuan itu yang dikirim,” jelasnya.
Kepala BPOM Kalteng Leonard Duma mengatakan, sesuai standar, maka tempat penyimpanan vaksin harus memenuhi persyaratan, yakni suhu antara 2-8 derajat celcius.
“Berdasarkan pengamatan dari Inspektur kami, suhu ruang penyimpanan disini 2,2 derajat celcius, berarti sangat aman,” tegasnya.
Saat ini belum ada izin penggunaan dalam keadaan darurat atau emergency, sehingga vaksin ini disiagakan, dengan asumsi apabila layak atau aman digunakan, maka bisa segera didistribusikan.
“Kita harus menunggu data, kita belum punya data yang banyak, jadi harus dikumpulkan dari uji klinis yang sedang dilaksanakan di negara kita, termasuk negara lain,” terangnya.
Dijelaskannya, kemungkinan 7-8 Januari 2021 mendatang, baru ada keputusan untuk itu, dengan catatan data yang dihasilkan dari uji klinis tahap tiga tidak ada yang membahayakan kesehatan masyarakat. (ant)
Editor: Erna Wati







