Dia kemudian berpesan agar kita lebih berhati-hati terhadap virus ini. Menurutnya, wabah ini bukanlah hal yang dijadikan bahan bercanda. “Mungkin lbh bijaksana menyikapi smua cobaan ujian Allah yg Allah putuskan kepada hamba yg dikehendaki. Kaya.. miskin.. semua mengalami sakit. Kalau ga sakit itu namanya malaikat, apalagi aku mahluk Allah yg banyak dosa,” ujarnya.
Di menganggap sakitnya ini adalah sarana penggugur dosa-dosanya. Sebagai upaya penyembuhan, dia selalu berusaha menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menjaga jarak) serta olahraga yang rajin. “Tapi mungkin kehendak Allah agar saya bisa lebih banyak bersyukur dan menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan saya yakin insyaallah naik kelas amin yarobbal alamin. Aku cuma mendoakan semoga teman2ku, selalu semakin sehat amin…,” pungkasnya. (brs)
Editor: Yayu Fathilal







