“Dalam skenario water rescue tadi, kita evakuasi korban dengan menggunakan perahu karet dan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, untuk menyelamatkan korban. Karena yang kita utamakan adalah safety (keselamatan),” papar Riadi. .
“Sebelum menolong orang, utamakan keselamatan diri sendiri dulu,” tambahnya Riadi di sela simulasi kepada wartabanjar.com.
Ditambahkan Riadi, pada Rabu (16/12), bertepatan dengan Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021 yang serentak dilaksanakan di beberapa kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Apel siaga sendiri digelar untuk mengantisipasi adanya potensi bencana, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Cuaca ekstrem La Nina ini dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Contohnya yang sering terjadi yaitu bencana banjir, longsor dan puting beliung. Khususnya di Kalimantan Selatan yaitu banjir dan puting beliung,” imbuh Riadi.
Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan yang juga Ketua Umum MRI Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kesiapan relawan untuk menghadapi potensi bencana sangat diperlukan.
Tentunya, juga harus ada komitmen bersama dalam membantu menangani setiap bencana yang terjadi.
Baca juga : Banjarmasin Raih Predikat Kota Peduli HAM, Ini 7 Indikatornya
“Apa yang kita lakukan, adalah dengan memberi bantuan penanganan bencana. Para relawan ini merupakan orang-orang pilihan lembaga yang merupakan perpanjangan tangan lembaga pusat untuk membantu menangani bencana di daerah kita,” tutur Zainal di sela apel siaga yang dilaksanakan di Halaman Kantor ACT Cabang Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (16/12).
Diakui Zainal, Kalimantan Selatan masih tergolong aman dari bencana. Namun demikian, Zainal mengingatkan potensi bencana bisa saja terjadi, apalagi dengan fenomena cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir terjadi di Bumi Lambung Mangkurat ini.
“Apel siaga ini bertujuan, agar kita ingin bersiap siaga menghadapi bencana yang datang kapan saja,” tandas Zainal. (why)
Editor: Erna Wati







