Sensor Ketat Konten Genosida, TikTok Mulai Ditinggalkan Banyak Pengguna, UpScrolled Buatan Palestina Naik Daun

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Maraknya razia konten-konten pro Palestina oleh media sosial seperti Instagram, Facebook hingga TikTok belakangan ini membuat warganet beralih ke media sosial lainnya, UpScrolled yang dinilai lebih ramah isu genosida.

TikTok baru-baru ini dilaporkan telah kehilangan sejumlah penggunanya karena pelarangan tersebut.

Seperti diketahui, TikTok yang kini berafiliasi dengan Israel gencar menerapkan sensor terhadap konten-konten berisi pro Palestina, anti Israel, genosida, dan sejenisnya.

Mengutip berbagai sumber, Rabu (28/1/2026), Larry Ellison, seorang konglomerat dan penyokong kuat pemerintah Israel, dilaporkan mempunyai hubungan rapat dengan Zionis.

Ia dikabarkan pernah menyumbang AS$16.6 juta kepada Friends of the Israel Defense Forces pada 2017.

Larry Ellison beberapa waktu lalu dilaporkan telah mengambilalih kepemilikan TikTok.

Media online Malaysia, The Merdeka Times menyebut beberapa pemerhati turut membangkitkan kebimbangan bahwa ini bisa menyensor kebebasan bersuara di TikTok.

Mereka yang pro Palestina kemudian beralih ke media sosial lainnya yang dinilai lebih aman yaitu UpScrolled.

Pemengaruh media sosial terkenal, Guy Christensen di salah satu kontennya mengatakan demikian.

Menurutnya itu dikarenakan ketatnya sensor dan razia konten-konten pro Palestina yang memprotes genosida di Palestina di TikTok, sehingga warganet kini beralih ke UpScrolled yang lebih ramah Palestina.

Aljazeera menyebut platform tersebut dibuat oleh pria Palestina bernama Issam Hijazi.

Baca Juga :   TNI AU Siap Operasikan 3 Pesawat Tempur Rafale

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca