WARTABANJAR.COM, MIMIKA – Fenomena alam tak biasa kembali menggemparkan Papua Tengah. Hujan salju dilaporkan turun di kawasan Grasberg, wilayah operasional tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mimika, saat suhu udara anjlok hingga minus 3 derajat Celsius pada pagi hari.
Peristiwa langka ini terjadi sejak dini hari dan perlahan mencair menjelang siang. Momen tersebut terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan butiran salju menutupi area pegunungan. Sejumlah karyawan PTFI tampak mengabadikan kejadian tersebut, tak menyangka kawasan tropis Indonesia kembali mengalami hujan salju.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh awan menengah tebal yang menyelimuti wilayah Tembagapura. Area tersebut berada di ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga memungkinkan terjadinya pembentukan salju.
BMKG mencatat, suhu di lapisan atas awan pada saat kejadian dapat mencapai minus 28 derajat Celsius, menciptakan kondisi ideal bagi terbentuknya hujan salju di puncak pegunungan Papua. Fenomena serupa diketahui telah terjadi dua kali sejak tahun 2023, menegaskan bahwa wilayah pegunungan tinggi Papua memiliki karakter cuaca ekstrem yang unik.
Meski tergolong langka, BMKG menilai kejadian ini masih dalam kategori fenomena alamiah di wilayah dataran tinggi. Masyarakat dan pekerja tambang tetap diimbau waspada terhadap penurunan suhu ekstrem, potensi kabut tebal, serta gangguan aktivitas akibat kondisi cuaca dingin di kawasan pegunungan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

