WARTABANJAR.COM, BARABAI – Banjir yang melanda Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, memicu lonjakan kasus penyakit kulit di kalangan warga terdampak. Kondisi lingkungan yang tergenang air dalam waktu lama membuat masyarakat rentan mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Puskesmas Sungai Buluh, Siti Hasnah, mengungkapkan bahwa selain penyakit kulit, petugas kesehatan juga menemukan keluhan batuk dan pusing. Namun, penyakit kulit tetap menjadi keluhan paling dominan.
“Keluhan yang kami temui di lapangan antara lain penyakit kulit, batuk, dan pusing-pusing. Namun yang paling dominan memang penyakit kulit,” jelasnya saat ditemui di posko kesehatan, Senin (5/1/2026).
Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Puskesmas Sungai Buluh mendirikan posko kesehatan di tiga desa terdampak banjir, yakni Desa Sungai Buluh, Desa Rantau Bujur, dan Desa Mantaas. Pelayanan dilakukan setiap hari dengan pola bergilir.
“Pagi hari kami melayani di Desa Sungai Buluh, kemudian sekitar pukul 12 siang kami lanjutkan pelayanan ke Desa Rantau Bujur dan Desa Mantaas. Pelayanan dilakukan bersama dokter dan petugas kesehatan,” tambah Siti Hasnah.
Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan obat-obatan gratis. Pihak puskesmas memastikan stok obat tetap aman meskipun jumlah pasien meningkat.
“Obat-obatan gratis dari puskesmas. Kalau stok kami kurang, kami ambil ke gudang obat Dinas Kesehatan Kabupaten HST. Insyaallah tidak kekurangan,” katanya.
Terkait durasi pelayanan, Siti Hasnah menegaskan bahwa posko kesehatan tidak dibatasi waktu tertentu dan akan terus beroperasi selama masyarakat masih membutuhkan layanan medis.

