Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Labuan Amas Utara Bertahan Hidup di Atas “Rampatai” di Dalam Rumah

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Banjir yang melanda wilayah pahiliran Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ribuan rumah warga di Kecamatan Labuan Amas Utara terus terendam, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar setengah meter dari lantai rumah.

Sedikitnya lima desa terdampak cukup parah, yakni Desa Sungai Buluh, Desa Tabat, Desa Rantau Bujur, Desa Mantaas, dan Desa Pahalatan. Air banjir menggenangi permukiman warga secara merata, memaksa aktivitas sehari-hari dilakukan dalam kondisi serba terbatas.

Meski posko pengungsian telah disiapkan pemerintah, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Untuk menyiasati genangan air, warga secara swadaya membuat rampatai atau papan peninggi lantai yang dapat dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan. Rampatai ini menjadi solusi darurat agar mereka tetap bisa beraktivitas di dalam rumah.

Hamisah, warga Desa Sungai Buluh RT 5, mengungkapkan banjir mulai masuk ke rumahnya sejak Sabtu (27/12/2025). Menurutnya, ketinggian air terus bertambah dari hari ke hari.

“Awalnya langsung masuk ke rumah. Sekarang naik lagi, tinggal tiga jari hampir ke atas rampatai,” ujarnya saat ditemui, Senin (5/1/2026).

Ia menyebutkan, air telah menggenangi rumahnya selama lebih dari sepekan. Namun, Hamisah dan keluarga tetap memilih bertahan di rumah meski harus hidup di atas papan.

“Di rumah saja. Posko memang ada, tapi kami memilih di sini,” katanya.

Rampatai dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari duduk, makan, beristirahat, hingga beribadah. Penggunaannya dilakukan secara bergantian, menyesuaikan luas papan dan kondisi masing-masing rumah.

Baca Juga :   Motor Tabrak Truk di Tikungan Binjai Pirua HST, Korban Luka dan Kasus Berakhir Damai

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca